Usai Diselingkuhi-Alami KDRT Nindy Ayunda Alami Depresi dan Sulit Percaya Orang

Usai Diselingkuhi-Alami KDRT Nindy Ayunda Alami Depresi dan Sulit Percaya Orang : Nindy Ayunda mengaku pernah dibohongi hingga suaminya memperlakukannya dengan kasar. Kedua hal ini membuatnya merasakan kejutan psikologis.

Penyanyi yang melantunkan Bukti itu mengaku pernah mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak awal pernikahan. Namun, dia menutupinya untuk menjaga keutuhan hubungan dan aib Askara Parasady Harsono sebagai suaminya.

“Saya sangat setuju dengan semua hal yang baik. Saya tidak ingin orang mengetahuinya. Dalam agama saya, Islam tidak diperbolehkan untuk mempermalukan rumah tangga di media sosial atau menunjukkan lebih banyak perkelahian di depan umum,” kata Nindy Ayunda setelah berkonsultasi di Komnas Perempuan. Daerah Menteng, Jakarta Pusat.

“Kalau saya bertengkar, lebih baik di sana, di dalam kamar, tidak keluar dan tidak melakukan apa-apa dan bahkan tidak menceritakan hal-hal buruk tentang pasangan,” lanjutnya.

Wanita 32 tahun itu belum cukup merasakan sakitnya, suaminya juga disebut-sebut selingkuh. Askara Parasady Harsono menjalin hubungan khusus dengan perempuan lain sejak 2015, sedangkan Nindy Ayunda baru mengetahuinya pada 2018.

Hal ini membuat Nindy Ayunda tertekan. Sikapnya melihat orang lain juga berubah.

“Oh iya (depresi), saya tidak percaya orang,” kata Nindy Ayunda.

Mengetahui hal itu tidak baik untuknya, Nindy Ayunda pergi ke psikolog. Depresi bertambah setelah kematian ayahnya.

Saya bingung, saya pergi ke psikolog untuk minum obat karena saya kehilangan ayah saya, panutan saya, kata Nindy Ayunda.

“Saya paling dekat dengan ayah saya. Saya tidak punya ayah lagi jadi saya sangat lelah,” tambahnya.

Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang diduga dilakukan Askara Parasady Harsono berlangsung lama. Nindy Ayunda mengatakan meski diperlakukan dengan kasar, namun rasa cinta di hatinya masih ada.

“Kalau kita bicara cinta, tidak mungkin anak tidak mencintai, tidak dicintai. Tapi disana kita tidak bisa terus seperti ini. Akhirnya kita harus melepaskan,” pungkas Nindy Ayunda.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *