Seram Sekali Monica Indah Jadi Korban Klinik Kecantikan

Seram Sekali Monica Indah Jadi Korban Klinik Kecantikan :

Monica Indah
Monica Indah

Model Monica Indah ramai dibicarakan di Instagram. Dia mengaku sebagai korban dari sebuah klinik kecantikan.

Kepada detikcom, Monica Indah menceritakan kasus yang menimpanya. Model seksi itu merasa seperti menjadi korban pengisi payudara palsu.

“Jadi saya tahu dari selebritis kaya seperti itu. Saya tidak bisa tertipu jika dia menggunakan barang palsu karena teman saya orang kaya,” kata Monica.

Monica Indah pun tergiur melihat hasil butt filler temannya yang sukses. Hingga perempuan kelahiran 30 April 1998 ini melakukan aksi di payudaranya pada 15 November 2020.

Namun yang terjadi, tiga minggu kemudian Monica Indah merasakan sakit di daerah tersebut. Ada benjolan di dadanya.

“Saya merasakan ada benjolan, saya memijat diri saya sendiri, tetapi keesokan harinya saya mengalami demam, nyeri, nyeri semakin parah, merah dan panas. Demam saya meningkat menjadi 37-39. Saya minum obat sampai tidak berhasil.” Kata Monica.

Maka Monica Indah pun berobat ke rumah sakit dan didiagnosis mastitis. Hingga akhirnya dia menjalani operasi.

Kemudian saya masuk rumah sakit pertama kali pada tanggal 8 Desember, saya masih didiagnosis mastitis payudara karena cairan pengisi. Saya mengalami demam lagi pada 16 Desember dan sangat sakit. Payudara kananku yang sakit. Saya menjalani operasi pada 24 Desember, “kata Monica.

Usai operasi, Monica Indah mengaku tak kunjung membaik.

“Setelah dioperasi ternyata tidak kunjung membaik. Ternyata ada kebocoran di bagian itu. Saya menjalani operasi penyembuhan lagi. Sekarang masa penyembuhannya dua hari sekali perawat datang. Sekarang kondisinya tinggal masa penyembuhan.”, Dia berkata.

Monica Indah mengaku sangat menyayangkan mendapatkan pengisi payudara. Dia merasa sekarang bagian tubuhnya tidak lagi indah.

“Saya merasa kurang berpendidikan. Ketika saya melihat teman saya yang seorang selebriti, itu menjadi baik. Saya tidak tahu bahaya dari filler ini. Saya menyesal seumur hidup karena sudah tidak bagus lagi, ada cacatnya, tidak indah, “pungkasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *