Perluas Akses Video Game ke Seluruh Indonesia Dengan Bukalapak Gandeng Itemku

Perluas Akses Video Game ke Seluruh Indonesia Dengan Bukalapak Gandeng Itemku : Bukalapak baru saja mengumumkan kerja sama dengan Itemku. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan ingin menjadikan video game lebih mudah diakses oleh semua orang di Indonesia.

Kolaborasi ini juga tidak lepas dari aktivitas gaming yang semakin meningkat saat pandemi. Ini kemudian berdampak pada kebangkitan industri game selama setahun terakhir.

Analis IDC memprediksikan pada tahun 2020 akan terjadi peningkatan 20% pendapatan video game global, dengan nilai mencapai $ 179,7 miliar. Lebih lanjut, studi NPD menemukan bahwa jumlah uang yang dihabiskan untuk perjudian meningkat 76% pada tahun 2020.

Berdasarkan data dan hasil tersebut, Bukalapak pun menilai kebutuhan akan video game semakin penting. Karenanya, bersama Itemku, Bukalapak ingin mendekatkan pengalaman video game.

“Saya berharap dengan kekuatan bersama, kami dapat membantu mengkatalisasi kebutuhan akan game digital di Indonesia dan menjadikan video game lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Indonesia,” kata COO Bukalapak Willix Halim dalam keterangan resminya, Selasa (11/5/2021). ).

Melalui kolaborasi ini, CEO Itemku Denis Kim mengatakan, pihaknya ingin memberikan dampak yang besar bagi ratusan juta masyarakat Indonesia, seperti yang dilakukan Bukalapak. Dan semoga kolaborasi ini akan membawa perkembangan di industri video game.

Kolaborasi Bukalapak dan Itemku akan mencakup beberapa aspek. Salah satunya adalah sinergi tim, sehingga Bukalapak dan Itemku bekerja sama sebagai satu tim.

Karenanya, produk Itemku juga akan didistribusikan secara luas melalui jaringan Bukalapak, termasuk di pedesaan. Keduanya akan mengembangkan sejumlah jenis produk baru yang dibuat bersama.

Sebelumnya, Kredivo dan Bukalapak meluncurkan fitur Bukalapak Paylater. Fitur ini memungkinkan pengguna Bukalapak untuk membeli barang sekarang dan membayarnya nanti dengan bunga 0%.

Hadirnya fungsi Bukalapak Paylater berawal dari kondisi pandemi yang meningkatkan penetrasi masyarakat di ekonomi digital, khususnya di e-commerce.

Bank Indonesia memperkirakan transaksi e-commerce akan meningkat menjadi 33,2% pada 2021. Sebelumnya, pada 2020, peningkatan transaksi masih 23,3% saat pandemi.

Maraknya transaksi e-commerce juga turut mendorong penggunaan layanan keuangan digital seperti paylaters. Studi internal Coherent Market Insight memprediksi bahwa pasar layanan berbayar global akan tumbuh dari $ 5 juta pada 2019 menjadi $ 33,6 juta pada 2027.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *